Monday, January 27, 2014
Friends become Strangers
It's great when strangers become friends
But even sadder when those friends become strangers
We became friends and didn't even realize it
I trusted you and you trusted me
Now were like strangers to each other
But no matter what you'll always be my friend
Even if i'm not yours
It's great when strangers become friends--
But even sadder when those friends become strangers--
Do you realize, love?
Friday, January 24, 2014
Permata (Untuk Isteri Ku)
Telah ku siapkan satu daerah paling sunyi
Dalam hati ini untuk kau isi sebagai isteri
Untuk kau penuhi dengan kemuliaan seorang wanita
Untuk kau beri erti dengan kelembutan
Untuk kau hargai dengan kasih sayang
Ku ingin kau jadi wanita mulia
Yang tahu harga budi dan hati
Seorang lelaki bernama suami
Kerana engkau isteri
Ku ingin kau mengerti bahawa hidup ini
Tak semudah yang kita janjikan
Yang kita janjikan
Kerana kau isteriku
Monday, January 20, 2014
Entry senyum sumbing
Assalamualaikum.
:) Today is 20 January 2014. Wonderful isn't it?
20 hari dah berlalu dalam tahun 2014 ni.
Setiap tahun, macam biasa, aku tak pernah ada azam untuk tahun baru. Bukan taknak letakkan target atau apa-apa harapan untuk jadi lebih baik, tapi aku lebih suka ikut flow semasa. Macam orang putih kata, "go with the flow".. Tak silap aku, ada lah dalam 5 tahun jugak aku dah tak ber"azam tahun baru". Yelah, buat penat je fikir azam, tapi last-last tak ingat pun azam.. itu aku lah kan. Orang lain mesti tak sama macam aku.
Anyway, dari 2011, 2012, 2013, tiga tahun kebelakangan ni, macam-macam terjadi, ada yang bukan kehendak, ada yang kehendak, ada yang tak disangka-sangka, ada yang memang dah menyangka dari awal..ada pahit, ada manis, ada tawar, ada payau, ada sedih, ada gembira.. *pause.senyum*
Semua tu pengalaman. Pengalaman hidup.
Tak semua yang kita nak, akan jadi kenyataan. Kadang-kadang apa yang kita nak tu, sebenarnya bukanlah perkara terbaik yang akan berlaku pada kita, sebaliknya yang kita taknak tu lah yang akan membahagiakan kita tanpa kita sedar..
Macam-macam aku taknak, tapi bila aku dapat, aku bahagia dan bersyukur sangat.. ada Allah gantikan setiap kesedihan kita dengan perkara yang lebih baik, cuma kadang-kadang kita ni buta sangat sebabkan hati kita sombong pada Allah, jadi kita tak nampak jalan yang Allah tunjukkan pada kita tu sebenarnya adalah yang terbaik..
*pause. senyum lagi*
Tahun 2014.
Tahun ni aku hilang kawan baik. *senyum pahit*
Awal-awal tahun. Mungkin juga bakal hilang keluarga angkat. *senyum lebih pahit*
Sebalik semua yang berlaku ni, aku tahu, ada hikmahnya. Cuma aku kena sabar dan celikkan mata serta redha.
Salahkah aku sayang kawan aku? Tak bermakna langsung ke pengorbanan aku? Takpelah. Allah tahu hati aku.
*senyum*
Lagi sebulan.
*senyum dalam hati*
Semoga tahun 2014 memberi kebahagiaan, kecemerlangan, bertambah rezeki dan bertambah keimanan kepada-Nya..kita hamba yang berkelana di bumi Tuhan, ada hari kita tersilap langkah, ada hari kita tersilap jalan, ada hari kita hilang arah, tapi kita ada Tuhan yang akan tunjukkan jalan, asalkan kita rajin mencari jalan. Mohon pada Dia.
Persetankan kata-kata manusia. Hari ini kau berdosa, bukan bermakna kau akan berdosa selama-lamanya.
Allah ada. Dia lah sebaik-baik penilai.
Manusia hanyalah manusia. Biar dibenci manusia, biar di block manusia semesta alam, biar dibuang manusia, jangan sesekali kita biar Allah membuang kita jauh...
Wallahualam.
Salam 2014.
LOVE.HATE
Memetik kata-kata berikut, terpulang lah kepada kamu dan kamu.
Terlalu banyak yang terjadi, sehingga aku merasakan lelah di setiap perjalanan hidup.
Memetik kata-kata Abdul Fattah:
"Seandainya terus mencintai Seera adalah satu dosa..ampunilah keterlanjuranku itu, Tuhan. Sekiranya tidak dapat mengasihani Dayang itu suatu kesalahan..ampunilah ketidakupayaanku itu, Tuhan."
Wassalam.
20.1.2014
Friday, July 5, 2013
Happy 6.
HAPPY 6.
EVEN YOU DON'T KNOW.
HAPPY 6.
HOPE THIS WILL LAST FOREVER.
EVEN I CAN'T SEE THE FUTURE.
BUT I HOPE..
IT WILL LAST..
FOREVER.
masih ingat ini? --
Ku dikejar bayang bayang resah
Bila hatimu masih tak berubah
Enggan di punya dan di penjara
Belaian cintaku ini
Aku bukan lelaki yang tewas
Bisa menyambar walau ku di tolak
Biar diuji kanan dan kiri
Kau kan tetap ku miliki
Tiada lafaz yang lebih agung
Kalimah cintamu yang ku tunggu-tunggu
Biar jasadku yang menanggung
Permainan darimu rela ku pujuk
Janganlah kau salahkan aku
Terus memburu menawan cintamu
Daku percaya sedikit masa
Kau kecundang akhirnya
Usahlah kau bersedih di hadapanmu aku hadir
Memadam resah dan curiga dari hatimu oh
Apakah kali ini bisa kau tolak dan berlari
Setelah aku menanamkan azimatku…
Selamat hendaknya.
p/s:
sampai nanti kau tahu --
aku mogok berkata kata
salam sayang --
aku --
5.july.2013
p/s2: post ini untuk
esok. 6.july.2013.
hanya engkau yang tahu --
Wednesday, July 3, 2013
10 PERSEDIAAN UNTUK MENYAMBUT KEDATANGAN RAMADHAN
1) Berdoalah agar Allah swt. Memberikan kesempatan kepada kita untuk
bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sihat wal afiat. Dengan
keadaan sihat, kita dapat melaksanakan ibadah secara maksima di bulan
itu, baik puasa, solat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a.
berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa,
“Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Ertinya,
ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rejab dan Sya’ban dan sampaikan
kami ke bulan Ramadhan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-soleh selalu memohon kepada Allah agar diberikan kurnia bulan Ramadhan dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, “Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Ertinya, ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang Engkau cintai dan redhai.
2) Bersyukurlah dan pujian kepada Allah atas kurnia Ramadhan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3) Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah s.a.w. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadhan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-soleh sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4) Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Kerana itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5) Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa Jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahkannya melaksanakan perkara-perkara kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, nescaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6) Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadhan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7) Sambut Ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan tabiat buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadhan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8) Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadhan.
9) Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan membuat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur, memberikan buku saku atau lebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10) Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri,anak, dan kaum kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Sumber: http://mujahidahsejati.blogdrive.com
Para salafush-soleh selalu memohon kepada Allah agar diberikan kurnia bulan Ramadhan dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, “Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Ertinya, ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang Engkau cintai dan redhai.
2) Bersyukurlah dan pujian kepada Allah atas kurnia Ramadhan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3) Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah s.a.w. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadhan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-soleh sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4) Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Kerana itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5) Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa Jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahkannya melaksanakan perkara-perkara kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, nescaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6) Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadhan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7) Sambut Ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan tabiat buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadhan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8) Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadhan.
9) Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan membuat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur, memberikan buku saku atau lebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10) Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri,anak, dan kaum kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Sumber: http://mujahidahsejati.blogdrive.com
Subscribe to:
Posts (Atom)





